You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
Perbedaan antara negara demokrasi dan negara otoriter
Kata demokrasi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani,
yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos /cratein yang berarti pemerintahan. Jadi, dapat diartikan sebagai
pemerintahan rakyat. Dan Indonesia adalah salah satu Negara penganut sistem
demokrasi (walau akhir-akhir ini mengalami kemunduran). Dan ada juga Negara
yang pemerintahannya tidak berdasarkan aspirasi rakyat, melainkan dari
keinginan penguasanya yang mementingkan kepentingan pribadi. Sebagai contoh,
Husni Mubarak (Mesir), Muammar Khadafi
(Libya),Saddam Husein (Irak). Mereka semua adalah diktator yang memimpin
Negaranya dengan penuh kekejaman dan seenaknya sendiri. Negara yang dipimpin
oran-orang macam ini bisa disebut Negara otoriter. Lalu, apa kamu tahu
perbedaan antara negara demokrasi dengan Negara otoriter? Saya sudah
menyajikannya lengkap dalam table dibawah ini…
Sebuah akhir yang tragis untuk pendidikan yang baru saja dimulai Kiki 13 tahun berhenti sekolah karena teman-teman sekelasnya yang digunakan untuk mengolok-olok dirinya tanpa henti.
Mereka sengaja menemukan latar belakang yang sederhana, ayahnya menjadi PKL. Dalam kasus lain, 15 tahun Dinda lama tidak tahan lagi. Dia menjadi depresi, meninggalkan sekolah dan tinggal di rumah karena dia terus-menerus diejek oleh teman-teman sekelasnya karena gagal di bangku SMP.
Dan di lain, kasus yang lebih baru, beberapa siswa senior junior SMA mengambil tujuh siswa SMP, dan sasaran mereka untuk pemukulan kekerasan. Sherry, salah satu siswa SMP, dilarikan ke rumah sakit dengan luka memar di
perutnya. Dia sangat takut untuk pergi ke sekolah. Julie, seorang berusia 10 tahun, mahasiswa semester lima, menyatakan bahwa dua tahun pertama dirinya bersekolah dasar adalah pengalaman traumatis. Dia sedih ingat yang kejam diganggu oleh teman sekelasnya
laki-laki karena dia kelebihan berat badan. Mereka menggunakan panggilan gajah Sumatera untuk memanggilnya, babon, gentong dan banyak nama lainnya.
Pada tanggal 6 Agustus 1945
sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara
Jepang di seluruh dunia.
Pada tanggal 9 Agustus 1945,
bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki
sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya.
Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan
kemerdekaannya.
Soekarno, Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat
diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon,
Vietnam
untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan
bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan
kepada Indonesia.
Pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa
Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap
memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan
sebagai hadiah Jepang.
Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang
melalui Marsekal Terauchi di Dalat,
Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang
akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan
dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI. Meskipun
demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.
